Imbuhan

Imbuhan (atau sering disebut afiks) adalah bunyi yang ditambahkan pada kata dasar untuk membentuk kata baru dengan makna yang berbeda. Tanpa imbuhan, sebuah kata dasar biasanya hanya memiliki arti umum. Setelah diberi imbuhan, kata tersebut bisa berubah menjadi kata kerja, kata benda, atau kata sifat.


Jenis-Jenis Imbuhan Berdasarkan Letaknya

A. Awalan 

Imbuhan yang diletakkan di depan kata dasar.

  • me-: Membentuk kata kerja. (Contoh: baca → membaca)
  • di-: Membentuk kata kerja pasif. (Contoh: tulis → ditulis)
  • ber-: Memiliki atau melakukan sesuatu. (Contoh: sepeda → bersepeda)
  • ter-: Paling atau tidak sengaja. (Contoh: pandai → terpandai, injak → terinjak)
  • pe-: Orang yang melakukan atau alat. (Contoh: lari → pelari)

B. Akhiran 

Imbuhan yang diletakkan di belakang kata dasar.

  • -kan: (Contoh: ambil → ambilkan)
  • -an: Membentuk kata benda. (Contoh: makan → makanan)
  • -i: (Contoh: garis → garisi)

C. Sisipan 

Imbuhan yang disisipkan di tengah kata dasar (jarang digunakan dalam percakapan sehari-hari).

  • -el-: (Contoh: tunjuk → telunjuk)
  • -em-: (Contoh: getar → gemetar)
  • -er-: (Contoh: gigi → gerigi)

D. Awalan-Akhiran 

Dua imbuhan yang dipakai bersamaan di awal dan akhir kata.

  • ke-an: (Contoh: menang → kemenangan)
  • pe-an: (Contoh: bangun → pembangunan)
  • me-kan: (Contoh: guna → menggunakan)


Aturan Penting (Peleburan Huruf)

Ada aturan khusus jika awalan me- atau pe- bertemu kata dasar yang berawalan huruf K, T, S, P. Huruf-huruf ini biasanya luluh/lebur jika diikuti huruf vokal.

Kata Dasar

Imbuhan

Hasil

Keterangan

Kirim

me-

Mengirim

Huruf K hilang

Tulis

me-

Menulis

Huruf T hilang

Sapu

me-

Menyapu

Huruf S hilang

Potong

me-

Memotong

Huruf P hilang


Fungsi Imbuhan

  1. Mengubah Makna: Ajar (kata dasar) jadi Pelajar (orangnya) atau Belajar (kegiatannya).
  2. Mengubah Jenis Kata: Makan (kata kerja) jadi Makanan (kata benda).
  3. Menentukan Aktif/Pasif: Melihat (aktif) jadi Dilihat (pasif).


Makna Imbuhan

1. Makna Awalan "Ter-"

Awalan ini cukup unik karena bisa berarti dua hal yang sangat berbeda:

Paling (Superlatif): Digunakan untuk membandingkan.

Contoh: Terpandai (paling pandai), tertinggi (paling tinggi).

Tidak Sengaja: Suatu tindakan yang terjadi tanpa rencana.

Contoh: Terinjak (tidak sengaja menginjak), terbawa (tidak sengaja membawa).

Sudah Terjadi: Menyatakan suatu keadaan.

Contoh: Terbuka (sudah dalam keadaan buka).

2. Makna Awalan "Ber-"

Mempunyai: Beratap (mempunyai atap), beruang (mempunyai uang).

Memakai/Menggunakan: Bersepeda (menggunakan sepeda), berbaju (memakai baju).

Melakukan Pekerjaan: Bekerja, berlari.

3. Makna Imbuhan "Ke-an"

Menyatakan Tempat: Kecamatan, kedutaan.

Menyatakan Keadaan: Kedinginan (dalam keadaan dingin), kelaparan.

Menyatakan Hasil: Keputusan (hasil memutuskan).

4. Makna Imbuhan "Pe-an"

Menyatakan Proses:

Pembangunan (proses membangun)

Pembuatan (proses membuat)

Pendaftaran (proses mendaftar)


Comments

Popular Posts