Bumi dan Tata Surya
A. Sistem Tata Surya
Tata surya merupakan kumpulan benda langit yang terdiri atas sebuah bintang yang disebut matahari dan semua objek yang mengelilinginya. Tata surya terdiri dari matahari, planet-planet, dan berbagai benda-benda langit seperti satelit, komet, dan asteroid.
1. Planet
Planet adalah benda angkasa yang tidak memancarkan cahaya sendiri dan beredar mengelilingi matahari. Planet dalam adalah planet yang orbitnya dekat dengan Matahari, yaitu Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars. Sedangkan, planet luar adalah planet yang orbitnya jauh dari matahari, yaitu Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.
2. Satelit
Satelit yaitu benda langit yang mengelilingi planet. Masing-masing planet mempunyai satelit, kecuali Merkurius dan Venus. Jumlah satelit yang dimiliki planet tidak sama.
3. Asteroid
Asteroid atau Planetoid yaitu planet–planet kecil yang jumlahnya puluhan ribu yang mengorbit mengelilingi Matahari, terletak antara Mars dan Jupiter.
4. Komet
Komet adalah bintang berekor karena benda langit ini memiliki ekor. Komet yang sangat terkenal adalah komet Halley, ditemukan oleh Edmund Halley, dan memiliki kala revolusi 76 tahun. Komet Halley muncul terakhir pada tahun 1986 dan akan kembali muncul pada tahun 2062. Berikut beberapa contoh komet lainnya:
Komet Encke, tampak setiap 3,3 tahun sekali.
Komet Brooks, tampak setiap 7 tahun sekali.
Komet Gale, tampak setiap 11 tahun sekali.
Komet Biela, tampak setiap 6,6 tahun sekali.
5. Meteoroid
Meteoroid adalah benda langit berukuran sangat kecil hingga berukuran sebesar batu kali. Meteor adalah meteoroid yang jatuh ke Bumi dan berpijar. Meteorit adalah benda sisa meteor dan beratnya hampir puluhan ton.
B. Bumi dan Satelitnya
Bumi merupakan satu-satunya planet pada Tata Surya ini yang dihuni makhluk hidup terutama manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan. Bumi memiliki struktur dan komposisi penyusunnya. Jika bola bumi dipotong dari permukaan hingga ke bagian inti, maka akan terdapat lapisan-lapisan penyusun yang dapat dibedakan secara fisik dan kimiawi.
Bulan
Bulan merupakan satelit alami Bumi yang banyak mempengaruhi gejala alam di Bumi misalnya pasang surut air laut. Karena Bulan tidak memiliki atmosfer sehingga meteor mudah jatuh dan menghancurkan permukaan Bulan. Oleh karena itu, permukaan Bulan terdiri dari dataran tinggi yang penuh dengan kepundan.
C. Mengenal Matahari Lebih Dekat
Matahari adalah bintang yang berupa bola gas panas bercahaya dan merupakan pusat dari tata surya. Matahari memiliki gravitasi yang besar hingga menyebabkan anggota tata surya beredar mengelilingi matahari. Tanpa panas Matahari, tidak akan ada kehidupan di Bumi. Matahari memiliki 4 lapisan, yaitu:
Inti Matahari,
Lapisan paling dalam ini memiliki suhu sekitar 1,5 x 107 oC yang cukup untuk mempertahankan fusi termonuklir yang berfungsi sebagai sumber energi Matahari. Energi dari inti akan diradiasikan ke lapisan luar Matahari dan kemudian sampai ke ruang angkasa
Fotosfer,
Lapisan ini memiliki suhu sekitar 6.000 Kelvin, dengan ketebalan sekitar 300 km. Melalui fotosfer, sebagian besar radiasi Matahari ke luar dan terdeteksi sebagai sinar Matahari yang kita amati di Bumi. Di dalam fotosfer terdapat bintik Matahari, yaitu daerah dengan medan magnet yang kuat dan dingin serta lebih gelap dari wilayah sekitarnya.
Kromosfer,
Terlihat seperti gelang merah yang mengelilingi Bulan pada waktu terjadi gerhana Matahari total. Kromosfer memiliki suhu sekitar 4.500 Kelvin dan ketebalannya 2.000 km.
Korona,
Merupakan lapisan terluar Matahari dengan suhu sekitar 1.000.000 Kelvin dan ketebalannya sekitar 700.000 km. Memiliki warna keabu-abuan yang dihasilkan dari ionisasi atom karena suhu yang sangat tinggi. Korona terlihat seperti mahkota dengan warna keabu-abuan yang mengelilingi Bulan pada waktu terjadi gerhana Matahari total.
Comments
Post a Comment